BaBu PedEs (Barisan Ibu-ibu Peduli Kesehatan)

Tuberculosis (TBC) merupakan salah satu penyakit infeksi yang prevalensinya paling tinggi di dunia. Lebih dari 8 juta populasi terkena TBC aktif setiap tahunnya dan sekitar 2 juta meninggal. Di Indonesia, tuberculosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dengan jumlah menempati urutan ke-3 terbanyak di dunia setelah Cina dan India.

Wilayah kerja Puskesmas Mojogedang II jumlah pasien positif TB yang melakukan pemeriksaan rutin ke puskesmas sebanyak 15 orang dari total penderita 62 orang positif TB di wilayah kerja Puskesmas Mojogedang II. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Angka Capaian pemeriksaan pasien positif TB di Puskesmas Mojogedang II menjadi rendah yaitu 23.8 % pada tahun 2019.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? “BABU PEDES” adalah jawabannya

Secara umum Inovasi “BABU PEDES” dapat digambarkan seperti sekelompok ibu-ibu PKK yang biasa melakukan perkumpulan tiap minggunya mengawasi warga yang lain dengan keluhan batuk lama, berat badan menurun, dan beberapa ciri lainnya, untuk mendorong owarga tersebut atau yang bisa kita sebut suspect TB melakukan pemeriksaaan dahak di puskesmas. Sehingga dapat diketahui hasil dan penanggulangan selanjutnya.

“BABU PEDES” ini inovatif karena menggunakan metode yang sederhana, mudah, dan merakyat. Sederhana (sarana yang dipakai hanya berupa pertemuan ibu-ibu yang usdah rutin dilaksanakan setiap minggunya).  Mudah (cukup menggunakan pemantauan ibu-ibu yang berada dirumah). Merakyat (menggunakan laporan dari rakyat, dan di gunakan untuk memperbaiki kesehatan rakyat).

Dampak yang dapat dilihat berkat inovasi BABU PEDES ini adalah pertama memberikan kemudahan tenaga kesehatan untuk melakukan pendataan dan penanganan lanjutan terhadap pasien positif TB. Kedua untuk meningkatkan capaian penanganan penderita  TB di wilayah kerja Puskesmas Mojogedang II.

Tujuan Inisiatif

 Gambarkan/Jelaskan tujuan inisiatif (gagasan) munculnya inovasi ini?

Jawaban :

Tujuan inovasi “BABU PEDES” adalah:

  1. Meningkatkan penanggulangan pasien suspect TB yang dikirim oleh ibu-ibu yang tergabung dalam “BABU PEDES”

Menurut Permenkes Nomor 67 tahun 2016 tentang penanggulangan TBC.  Penanggulangan TB adalah segala upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif yang ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menurunkan angka kesakitan, kecacatan atau kematian, memutuskan penularan, mencegah resistensi obat dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat Tuberkulosis.

  1. Memberikan fasilitas kepada warga agar dapat dengan cepat memutus rantai penyebaran TB di lingkungannya

Sebagian besar warga di wilayah kerja Puskesmas Mojogedang II belum menyadari pentingnya cek dahak untuk mengetahui penyakit TB. Sehingga mereka memerlukan dorongan dari ibu-ibu yang sudah tergabung dalam “BABU PEDES” ini untuk melakukan pemeriksaan dahak di puskesmas dan menindak lanjuti penanganan selanjutnya dari tenaga kesehatan yang kompeten.

 

Sumber Daya

 Sumber daya apa (yaitu keuangan, manusia atau lainnya) yang digunakan untuk melaksanakan inovasi tersebut?

Pemangku kepentingan lain mana di dalam institusi yang terlibat dan memberikan kontribusi dalam memunculkan dan melaksanakan inisiatif ini?

Langkah-langkah/strategi apa yang dilakukan inovator dalam memobilisasi/menggerakkan seluruh sumber daya internal maupun eksternal?

Bagaimana keberlanjutan sumber daya yang digunakan dalam inovasi ini? Apakah hingga saat ini sumber daya masih tersedia?

Jawaban :

  1. Sumber daya keuangan :

Sumber daya keuangan berasal dari swadaya masyarakat, APBDes, dan Bantuan dari Lembaga Swadaya Masyarakat setempat.

  1. Sumber daya manusia

Sumber daya manusia berjumlah kurang lebih 70 orang yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Camat Mojogedang, Kepala Desa Pereng, Kepala Puskesmas Mojogedang II, Dokter, Petugas Kesehatan, Pembina Wilayah, dan ibu-ibu masyarakat desa tersebut.

Inovasi ini sampai sekarang masih terus dilaksanakan/berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menggerakkan seluruh komponen sumber daya manusia yang ada melalui koordinasi, monitoring, dan evaluasi program. Serta didukung dari sumber daya keuangan.

Jelaskan apakah dan bagaimana inovasi ini berkelanjutan (meliputi aspek-aspek sosial, ekonomi, dan yang berhubungan dnegan lingkungan)

Jawaban :

Inovasi “BABU PEDES” ini sampai saat ini masih berjalan dan semakin berkembang karena didukung oleh berbagai lintas sektor, SDM, dan dana swadaya masyarakat yang terus mengalir.

Dari aspek sosial, inovasi ini dapat meningkatkan hubungan antar anggota masyarakat sehingga membantu lingkungan untuk meningkatan responsibilitas antar angota masyarakat.

Dari aspek ekonomi, dengan adanya kepedulian anggota masyarakat setempat sehingga dapat menggerakkan aspek perekonomian warga dari hasil produk/olahan buah/sayur yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan anggota.

Dari aspek lingkungan, inovasi ini sangat didukung oleh masyarakat. Karena dengan adanya

inovasi ini dapat memanfaatkan ibu-ibu untuk lebih sadar kesehatan dan saling mengingatkan satu sama lain. Sehingga terjadi pemutusan rantai penularan penyakit TB, yang akan berdampak meningkatnya derajat kesehatan masyarakat baik sekarang maupun yang akan datang.

 

Sekian inovasi dari Puskesmas Mojogedang II, semoga bermanfaat. Salam Sehat.

Bagikan artikel ini...

4 Komentar

Tinggalkan Balasan ke puskesmojogedang2 Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*